MERDEKA BELAJAR ORANG FLORES
Secara Etimologi kata pendidikan berasal dari bahasa Latin yaitu ducar, berarti ‘’menuntun, mengarahkan, atau memimpin’’ dan awalan ‘e’, berarti ‘’keluar’’. Jadi, pendidikan berarti kegiatan ‘’menuntun ke luar’’. (Wikipedia Indonesia)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.
Cara mendidik setiap orang berbeda menurut sifat dan karakternya masing-masing. Terlahir sebagai anak seorang guru saya telah terbiasa dengan ajaran yang disampaikan oleh orang tua khususnya Bapak. Beliau mendidik kami dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama sejak dini. Meskipun kami tinggal dan menetap di Bajawa Ngada yang mayoritas penganut ajaran Katholik dan bersekolah pada yayasan Katholik pendidikan mengenai agama Islam tetap kami terima. Biasanya kami mendapatkan pelajaran agama Islam di sore hari disampaikan oleh guru khusus agama Islam yang disediakan oleh Kementrian Agama. Hal ini dikarenakan jumlah siswa yang bergama Islam tidak merata untuk tiap sekolah. Kami dihimpun juga bertujuan untuk saling memperat ukhwah Islamiyah diatara sesame pelajar muslim.
Karakter orang Flores yang keras turut membentuk pribadi kami. Kadang intonasi atau gaya berbahasa cenderung keras dan berapi-api. Namun itu sebenarnya maksud yang disampaikan adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja. Namun untuk system pendidikan di sana rata-rata sudah maju dan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan
Pendidikan telah mengajarkan arti toleransi kepada sesama. Tak pernah sekalipun ada gesekan atau pertikaian yang terjadi selama ini. Kami hidup berdampingan secara aman dan damai dalam suasana yang harmonis dan penuh cinta kasih. Hal inilah yang mendorong rasa nasionalisme antar sesama dan mengeratkan bingkai Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi tetap satu.
Sejak tahun lalu pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan baru Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) melalui Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju ‘’Nadiem Makarim’’ telah mencanangkan program ‘’ Merdeka Belajar’’.
Adapun esensi dari kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mengajarkannya kepada para siswa-siswi. Dalam kompetensi guru dalam level apapun, tanpa proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya system pengajaran berlangsung di dalam kelas, dengan adanya ‘’merdeka belajar’’ maka system ini akan berubah dengan nuansa yang berbeda yakni dilaksanakan di luar kelas. Seorang guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi pembelajaran sekedar kepada siswa, tetapi lebih daripada itu guru harus bisa menjadi teladan dan agen perubahan di dunia pendidikan.
Siswa akan merasa nyaman karena dapat berdiskusi lebih banyak dengan guru, selain itu selain dapat mendengarkan penjelasan pembelajaran ini dapat membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri dan cerdik dalam bergaul, beradab, sopan dan berkompetensi. System perengkingan sudah tidak dapat diterapkan lagi karena hal ini dapat meresahkan anak dan orang tua saja, karena masing-masing anak memiliki bakat dan kecerdasannya masing-masing.
Guru penggerak tugasnya adalah sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia. Mereka dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistic sehingga menjadi Pelajar Pancasila. Terlebih lagi guru penggerak tugasnya ialah sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia. Sebab dari didikan mereka diharapakan lahir pemimpin-pemimpin pendidikan masa depan.
Guru Penggerak juga harus menjadi pelatih atau mentor bagi guru lainnya untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, serta menjadi teladan dan agentransformasi bagi ekosistem pendidikan.
Sebagai guru marilah kita bahu membahu dan saling bergandengan tangan memajukan pendidikan di Indonesia. Di masa pandemic ini banyak sekali kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah untuk memudahkan kita berekpresi dan menelurkan ide-ide yang positif demi lancarnya proses belajar dan mengajar.
Ramadhan adalah bulan ibadah sekaligus bulan pendidikan dan pembinaan ketakwaan. Bulan ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Ramadhan tahun ini seperti tahun lalu menjadi istimewa karena dilaksanakan pada masa pandemic Covid19 dan saat Negara kita mengalami berbagai macam musibah.
Diantaranya adalah tenggelamnya kapal selam milik Angkatan Laut RI Nanggala 402 yang mengakibatkan gugurnya 52 awak kapal sebagai syahid. Mereka adalah para satria Negara tameng ibu pertiwi yang menjaga kedaulatan hingga akhir hidupnya. In shaa Allah mereka semua husnul khotimah.
Bulan Ramadhan juga sebagai momentum kita untuk merefleksikan diri sebagai seorang guru, apakah kita telah mampu mendidik dan membina para peserta didik dengan hal-hal yang positif atau bermanfaat? Kita diuntut untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi yang sedang melanda negeri kita ini. Dengan berpuasa kita akan selalu diingatkan untuk taat melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Akhirnya akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten serta berbudi luhur di lingkungan tempat tinggalnya atau hidup berbaur dengan masyarakat luas.
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
( 02 MEI 2021 ;Ramadhan, 22 1442 H)
Luar biasa KK Sayang, teruslah menebar kebaikan... Sukses selalu KK Sayang
BalasHapusLuar biasa KK Sayang, teruslah menebar kebaikan... Sukses selalu KK Sayang
BalasHapusMantab. Teruma kasih
BalasHapus