Titip Rindu Untuk Mama
Puisi 2
Mama..
Sebentar lagi Ramadhan ..
Namun hatiku ini terasa hampa dan kosong..
Kadang aku ingin menangis dan berteriak..
Mengapa kau harus pergi begitu cepat
Saat semua anak dan cucumu begitu merindu..
Berbuka puasa dan shalat tarawih berjamaah
Menunggu sahur bersama dirimu..
Mama..
Bubur Manado dan Serekue andalan...
Tak bisa lagi kami nikmati
Rasanya berbeda dengan dari tanganmu..
Kurang ini dan itu kata Bapak
Entahlah rasa sayang dan perhatian telah membuat kami sedikit bodoh
Karena tak bisa berpaling dari cita rasa cintamu
Mama...
Terkadang kami ikut bersedih..
Melihat Bapak termenung dalam kesendirian
Menatap pusaramu yang masih basah..
Segenggam mawar selalu ia antar ke sana
Bersama Al Fatihah dengan suara yang lirih..
Mama..
Aku rindu dan ini tak bisa terbendung lagi..
Hatiku hampa dan kosong...
Aku mau cerita tentang sesuatu yang penting.
Tentang kehidupanku setelah kepergian mu
Aku sepi dan hampa..
tak ada lagi tempat mengadu segala keluh dan kesah
Mama ...
Aku berharap kamu di sana baik-baik saja..
Menyimpan rindu untuk kami anak dan cucu..
Hingga nanti cintamu takkan terganti..
(Indo Moena, 14 March 2021,23.02)
Pesan Mama
Anakku...
Nirwana ini seluas samudera Hindia
Ibaratnya berlayar kita perlu kemudi serta
Nakhoda yang mengendalikannya
Dalam perjalanan menuju cita-cita
Ibu hanya bisa memberi motivasi
Artinya jika kita cermati baik-baik
Cinta dan kasih sayang itu
Ada yang mau berbagi energi
Lalu apa hubungannya dengan Allah
Iqra "bacalah" kompas hidupmu
Saat gelombang mulai menerpamu
Tak peduli yang penting bisa
Terhindar dari berbagai malapetaka
Mereka mungkin tak peduli..
Atau melukis dengan alas gelas bekas
Harapanku semoga Istiqomah
Antara hati, jiwa dan perasaan
Resep hidup membuat kita termotivasi
Ambil selembar kulit yang putih
Namun keinginan untuk memiliki itu
Insyaallah akan menjadi landasan berpikir
(Indo Moena, 31 Maret 2021,21.45)

Terbaik
BalasHapusTerbaik
BalasHapus