FLOBAMORATAku MENANGIS (lagi))
Awal April 2021...
Langit masih biru, awan berarak perlahan...
Sang Surya bersinar terang menambah indah suasana...
Menjelang Paskah,
kesibukan nampak pada saudara Nasrani...
Kaum Muslim pun mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadhan...
Kami basodara beda suku, ras dan agama,
Namun berpegang teguh dalam kasih Flobamorata....
Kasih kami tulus tanpa kompromi...
Cinta kami utuh tak berbagi..
Namun ternyata takdir berkata lain...
"Seroja" hadir tanpa permisi
Mengobrak ngabrik tembok pemersatu kami
Menghancurkan dinding ujung Komodo hingga Nusa Kenari, berlanjut ke tembok Kambaniru dan batas Benenain...
Kami teriak dan teriak sekuat tenaga...
Namun suara kami tak digubris dianggap angin lalu...
Ditelan gelombang dan hujan deras yang mengganas...
Hai saudara ku,
Kami ketakutan,
Kami ngeri melihat pertunjukan alam yang luar biasa ini
Banyak saudara kami yang terjebak
berjuang menantang maut..
Mencari celah untuk berpaling,
Namun skenario ini tak bisa direvisi
Tak bisa untuk dimanipulasi..
Orang tua renta dan anak yang tak berdosa,
Terkapar tak berdaya..
Kami rindu pelukan dan hangatnya kasihmu
Untuk menetralisir debaran di jantung kami
Agar hati dan jiwa bisa tenang
Semuanya kami serahkan kepada Sang Pemilik hidup...
Innalilahi wainnailaihi rojiuun
Sedih melihat semua yang terjadi. Moga kita saling menguatkan lewati badai ini..
BalasHapusIya sayang, eratkan tangan lebih kuat lagi..
HapusAmazing tulisannya bun👌👌👍👍
BalasHapusDan semoga hati kita selalu ada rasa empati, saling mensuport, berbagi,insya Allah badai cepat berlalu. Amiin ya Allah 😇🙏👼
Alhamdulillah, puisimu tetap lanjutkan tulisnya, nnti kita jadikan buku sayang.
Hapus