BERSABARLAH DAN JANGAN MENYERAH
"Hei gembel, cepetan dong yang lain pada antri nih," teriak Vanesa. "Iya sabar sedikit Nes, Rindu membalas umpatan teman sekolahnya itu dengan suara pelan. "Memangnya kamu lagi cari apaan sih, koq dari tadi kelihatannya gelisah. Makananmu sudah kamu ambil, apa lagi sich yang kurang?" Atau kamu tidak punya uang ya, buat bayar. Kasihan," Tere mulai mengolok. Sementara Rindu masih tetap tak bergeming, jemarinya yang kasar sudah menelusuri setiap celah rok seragamnya, namun uang dua puluh ribuan hasil mencuci pakaian kemarin tak ada di tempatnya. Ia sudah sangat yakin karena baru pagi tadi sebelum berangkat ke sekolah ia sempat meletakkannya di situ. "Aduh perutku mulai bernyanyi nich, Rindu buruan dong. Lama-lama aku bisa penyakit lambung ni kalau kelamaan nunggu, "Riko anak pengusaha meubel itu pun ikut protes. "Aku tahu, jangan-jangan Rindu tak punya uang ni, buat bayar. Kasihan pasti uangnya ketinggalan ya atau kecopetan tadi pagi???,s...

Masya Allah, bunda your amazing very amazing sis eehh
BalasHapusTata bahasa sangat realistis
Sangat apik, bukan paste
Tapi sangat mengilhami dan terinspirasi
Iri adik mi ini
Dan bangga padamu
Inilah yang diinginkan Kartini
Membalas kebodohan dengan selalu berkarya
SARANGHEO
Salam LITERASIππππππͺπͺπ€©π€©π€©π€©π€©π€©π€©πππππ
Besok nah buat saya punya blog juga eehh
BalasHapusBiar kita berliterasi disini sajaπ€©ππππͺπͺπͺ
Masya Allah, bunda your amazing very amazing sis eehh
BalasHapusTata bahasa sangat realistis
Sangat apik, bukan paste
Tapi sangat mengilhami dan terinspirasi
Iri adik mi ini
Dan bangga padamu
Inilah yang diinginkan Kartini
Membalas kebodohan dengan selalu berkarya
SARANGHEO
Salam LITERASIππππππͺπͺπ€©π€©π€©π€©π€©π€©π€©πππππ